Blogroll

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 13 Februari 2013

Langkah-langkah Instalasi Sistem Operasi (Windows XP)




Langkah-langkah Instalasi Sistem Operasi (Windows XP)
Sebelum anda melakukan peng-instalan, ada beberapa alat yang dibutuhkan:
o   CD/DVD ROM
o   CD install Windows XP Servis pack 2
catatan: menggunakan hardisk sebesar 10 GB
Sebelum meng-install windows pada BIOS harus di set Boot Device Priority-nya terlebih dahulu yang diarahkan ke CDROM. Untuk masuk ke BIOS tiap Motherboard mempunyai standart sendiri. Namun sebagian besar tinggal menekan tombol delete atau F2. Ketika membooting pertama kali tekan F2 atau delete untuk masuk kedalam BIOS. karena semua persiapan sudah siap, langsung saja kita mulai
1.      Masukkan CD install windows kedalam CD/DVD Room, setelah itu tekan tombol power, setelah itu ketika booting cepat tekan tombol delete, jika tidak masuk kedalam BIOS berarti tipe motherboard anda menggunakan tombol F2 untuk masuk kedalam BIOS. Ulangi dengan menekan tombol reset kemudian tekan F2. Jjika sudah masuk kedalam BIOS maka akan tampil seperti gambar dibawah ini.


setelah itu arahkan pilhan pada boot dan pilih CD-ROM Drive, kemudian simpan perubahan yang anda lakukan tadi dengan memilih exit dan [yes]. Maka komputer akan kembali restrat

catatan : Dalam beberapa tipe motherboard terdapat hotkey atau shortcut untuk memilih first booting tanpa masuk kedalam BIOS, caranya adalah menekan F10
2.      Setelah komputer restrat, akan tampilan yang menawarkan jika anda ingin meng-install tekan sembarang tombol, setelah itu akan tampil seperti berikut


3.      kemudian tampilannya akan berupa seperti dibawah ini, jika anda menekan tombol [R] maka anda ingin me-repair sistem operasi windows yang sudah ada di hardisk anda, karena kita mau menginstall tekan tonbol [enter]

4.      Kemudian akan muncul peringatan lisensi seperti berikut, tekan tombol [F8]


5.      Setelah itu anda akan masuk kedalam bagian yang terpenting yaitu mengenai pertisi (pembagian) harddisk, dalam penginstalan ini kita mempunyai hard disk sebesar 10 GB, yang kan kita bagi menjasi 2 partisi, dengan rincian 5 GB untuk tempat install windows (drive C) dan sisanya 5 GB untuk dokument.

Langkahnya sebagi berikut : tekan tombol [C] untuk membuat partisi, isikan size-nya sebesar 5000 MB, ini merupakan partisi untuk drive C, tekan [enter]. tampak seperti pada gambar dibawah

maka akan tampil seperti berikut, dengan tamapilan drive C 5 GB (memang tidak persis yaitu mendekati 4997 MB).

Kemudian tekan tombol [C] lagi untuk membuat partisi sisanya, dan tekan [enter]. Akan tampil seperti berikut

Gambar dibawah ini menunjukkan bahwa kita sudah berhasil melakukan partisi, yaitu C dan E masing-masing 5 GB.

6. Kemudian kita masuk ke langkah yang keenam, kita diberikan 4 pilihan untuk tipe format pilih yang paling atas tipe NTFS mode quick dan tekan [enter]

7. Gambar berikut berarti sistem sedang mengcopy file ke harddisk, tunggu beberapa saat hingga loading selesai

8. Tunggu beberapa saat karena komputer akan booting lagi. ketika komputer booting anda tidak perlu lagi menekan tombol apapun,

9. Tunggu saja sampai sampai muncul gambar

Dan proses install windows sedang berlangsung, seperti tampak gambar di bawah ini, tunggu beberapa saat

kemudian pilih tombol [next]

Kemudian msukkan nama dan organisasi anda dan tekan [next]

Masukkan serial number install windows dan tekan [next]

Masukkan pasword administrator, minimal 6 digit

kemudian memasukkan daerah waktu indonesia, ppilih daerah GMT+07.00 Jjakarta dan tekan [next]

Bagian ini untuk mengatur tipe jaringan, kia bisa menyetingnnya ketika install sudah selesai, tekan tombol [next]

Tekan tombol [next]

Tekan tombol [ok]




loading windows untuk pertama kali

Tekan tombol [next]

Pilih not right now, dan tombol [next]



pilih [skip]

Untuk pendaftaran pilih, no, no at thid time kemudian [next]

Ini merupakan pilihan untuk pengguna komputer, anda bisa memilih berap banyak user yang and inginkan

Install windows tealah selesai, tekan [finish]


Selasa, 12 Februari 2013

Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text

Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text

 
Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputer
dengan perangkat keras komputer. Pengertian sistem operasi secara
umum adalah suatu pengelola seluruh sumber daya yang terdapat
pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan untuk
memudahkan dan memberi kenyamanan dalam penggunaan dan
pemanfaatan sumber daya sistem komputer.
Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai
sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem
operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi
jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi
komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi
untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola
sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Sistem operasi harus diinstal ke dalam komputer agar dapat berfungsi
dengan baik. Dalam instalasi sistem operasi jaringan terdapat
beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan
mode grafik. Instalasi sistem operasi berbasis text merupakan salah
satu mode instalasi sistem operasi komputer dengan tampilan text.
Mode text digunakan jika spesifikasi hardware komputer yang akan
diinstal mempunyai spesifikasi yang rendah. Metode instalasi berbasis
text akan mempercepat proses instalasi
Metode instalasi sistem operasi berbasis text sering digunakan untuk
mempercepat proses instalasi walaupun dengan tampilan yang kurang
menyenangkan. Biasanya untuk spesifikasi komputer yang sederhana
dibanding dengan sistem operasinya akan menggunakan metode
berbasis text.
Sistem operasi komputer telah mengalami perkembangan yang sangat
pesat baik untuk keperluan stand alone maupun jaringan. Ada banyak
sistem operasi komputer yang dapat digunakan dalam sebuah
komputer baik stand alone maupun jaringan diantaranya adalah
Microsoft Windows Series (Win 3.1, Win 9x, Win ME, Win 2000, Win
XP, Win NT), Unix, San Solaris, Linux Series (Redhat, Debian, SUSE,
Mandrake, Knoppix), Mac, dan lain sebagainya. Masing-masing sistem
operasi memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan
analisis dalam memilih sistem operasi mana yang sesuai dengan
kebutuhan.
-Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text
Seperti pada sistem operasi yang dapat digunakan pada PC, sistem
operasi jaringan juga bermacam-macam. Banyak perusahaan yang
mengembangkan sistem operasi jaringan dari yang komersial dengan
harga yang mahal sampai ke yang free alias gratis.
Kecenderungan pengembangan sistem operasi dewasa ini mengarah
ke tampilan grafis dengan tampilan yang menarik. Sebagai contoh
sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft dengan produknya
yaitu Windows NT, Windows 2000 Server dan Windows 2003 Server.
Sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft mempunyai lisensi
komersial artinya untuk menggunakan sistem operasi jaringan dari
Microsoft kita harus membayar lisensi atau dengan membeli sesuai
dengan kebutuhan dan kesepakatan antara pengguna dengan
perusahaan. Selain Microsoft perusahaan yang mengembangkan
sistem operasi jaringan adalah Unix, San Solaris dan perusahaan
lainnya. Salah satu sistem operasi jaringan yang dikembangkan secara
dengan free adalah Linux. Sistem operasi Linux menyediakan dua
pilihan yaitu mode text dan mode grafik. Hal ini menjadikan linux dapat
berjalan pada mesin komputer yang mempunyai spesifikasi hardware
yang rendah.
Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds mengusung
proyek open source dengan lisensi GNU/GPL (General Public Licence)
yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap memegang haknya
tetapi orang lain dimungkinkan untuk menyebarkan, memodifikasi,
atau bahkan menjual kembali program tersebut tetapi dengan syarat
source code asli harus diikutsertakan dalam distribusinya. Dengan
konsep ini semua orang dapat ikut mengembangkan sistem operasi
dan software berbasis linux.
Dengan lisensi GNU/GPL Linux menjadi salah satu sistem operasi yang
mengalami perkembangan yang sangat cepat, karena Linux
dikembangkan oleh komunitas pengguna sistem operasi open source.
Kelemahan sistem operasi atau yang sering disebut dengan Bug akan
segera diperbaiki oleh komunitas pengguna linux dan dapat langsung
didistribusikan dengan free. Dengan demikian sistem operasi Linux
menjadi sistem operasi yang up to date setiap saat.
Mungkin anda masih bingung dengan Lisensi GNU/GPL, kalau demikian
perusahaan atau orang yang mengembangkan Linux darimana
mendapat keuntungan dan Hak Royaltinya?. Yang dimaksud dengan
GNU/GPL disini adalah bahwa sistem operasi yang dikembangkan
memang bersifat free tetapi pengembang dapat juga menjualnya
dengan harga yang tidak terlalu mahal dan perusahaan dapat
memperoleh keuntungan dari jasa pelayanan instalasi, pelatihan,
imolementasi sistem dan lain sebagainya.
-Spesifikasi Hardware
Perkembangan hardware komputer yang cepat diiringi juga dengan
perkembangan software dan sistem operasi yang menuntut spesifikasi
hardware yang tinggi. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk
melakukan instalasi sistem operasi sebaiknya dicek dahulu kebutuhan
minimum harware yang diperlukan. Beberapa sistem operasi
mensyaratkan spesifikasi hardware minimal agar komputer dapat
bekerja secara optimal. Jika spesifikasi hardware kurang memenuhi
syarat maka akan berdampak pada tidak optimalnya kerja sistem
operasi.
Untuk mengetahui spesifikasi hardware komputer dapat dilihat pada
manual book. Jika manual book tidak ada, dapat dilihat spesifikasi
hardware pada saat komputer pertama kali dinyalakan, maka sistem
BIOS akan melakukan cek hardware dan akan menampilkannya di
layar monitor.
Beberapa spesifikasi hardware yang perlu diketahui adalah sebagai
berikut :
a. Prosesor
. Prosesor Sebuah Komputer
Prosesor memegang peranan yang sangat dalam sebuah komputer.
Teknologi prosesor mempengaruhi komponen hardware lainnya.
Spesifikasi yang digunakan ditentukan beradarkan clock dan bus.
Prosesor yang biasa digunakan adalah
Prosesor Intel (P I, P II , P I I Celeron, PI II , PI I I Celeron, P IV, P IV
Celeron, Intel Xeon).
Prosesor AMD (Duron, Athlon, Barton, Opteron)
Prosesor Xyrix
Prosesor Via
Prosesor Transmeta dan lain sebagainya
b. Motherboard
Motherboard merupakan tempat utama meletakkan periperal
komputer seperti prosesor, RAM, keyboard, mouse, kartu grafis,
kartu suara dan kartu jaringan. Motherboard sebuah komputer
mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak tergantung teknologi
prosesor yang dipakai. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan
motherboard adalah jenis prosesor apa yang didukung dan chipset
yang digunakan.Motherboard Sebuah Komputer
c. RAM (Memory)
RAM merupakan periperal komputer untuk menyimpan data
sementara. Semakin besar RAM maka komputer akan bekerja lebih
ringan.
Spesifikasi RAM biasanya ditentukan berdasarkan besar dan
kecepatannya.
16 MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan lain
sebagainya
d. Hardisk
Hardisk memegang peranan yang sangat penting berhubungan
instalasi sistem operasi. Untuk dapat melakukan instalasi sistem
operasi diperlukan syarat kapasitas hardisk yang cukup dan juga
terkadang diperlukan partisi hardisk.
Hardisk yang ada di pasaran memiliki kapasitas sebagai berikut :
1 GB, 2.1 GB, 4.2 GB, 6.4 GB, 10, GB, 20 GB, 40 GB, 60 GB, 80 GB,
120 GB, 200 GB dan lain sebagainya
e. Kartu Grafis (VGA Card). Kartu Grafis (VGA)
Kartu grafis digunakan untuk menampilkan ke layar monitor. Untuk
menampilkan tampilan true color diperlukan spesifikasi kartu grafis
yang baik.
Kartu grafis yang ada di pasaran banyak macam dan jenisnya.
Nvidia Gforce 2 MX, Gforce 4 MX, Gforce FX
Ati Radeon 7200, 9200, 9600, 9800
Voodoo, S3 Savage dan lain sebagainya.
f. Keyboard
keyboard yang digunakan dalam komputer
mempunyai beberapa port yaitu Serial, PS/2 atau USB
g. Mouse
sama dengan keyboard, mouse mempunyai beberapa port
yaitu PS/2 atau USB , Serial , USB
h. Monitor
monitor komputer mempunyai ukuran yang beragam
mulai dari 14 , 15 17 20 . Teknologi yang digunakan juga
bermacam-macam mulai dari tabung, tabung flat sampai ke LCD.
i. Sound Card (Kartu Suara)
Sound card merupakan periperal tambahan dalam sebuah
komputer yang mempunyai kegunaan untuk mengolah dan
menghasilkan sinyal audio.
j. Kartu jaringan (Lan Card)Kartu Jaringan
Kartu jaringan merupakan periperal utama dalam jaringan
komputer. Masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan
dengan kartu ini melalui switch/hub.
Langkah-langkah Instalasi Sistem
Operasi Jaringan Berbasis Text (Debian 5)
LANGKAH I
Persiapan Menginstall Linux (Debian)
Nyalakan komputer, kemudian tekan [delete] untuk masuk ke bios,
Setelah di dalam bios, pilih menu
BIOS FEATURES SETUP
tekan [ENTER]
Setelah itu pilihlah menu Boot Sequence agar menjadi CDROM,C,A
[ESC]
Pilih,
SAVE & EXIT SETUP
tekan [ENTER]
tekan y [ENTER]
Maka komputer akan mulai booting kembali dengan boot sequence pertama ke CDROM.
Masukkan CD debian yang ada kedalam CDROM.
LANGKAH II
Boot dari CD
Setelah memasukkan CD ke dalam CDROM maka tinggal tunggu CD boot.
Setelah komputer boot ke CD, akan muncul tampilan sebagai berikut:
Welcome to Deal
This is debian …………………………………….
………………………………………………….
boot:_ [ENTER]
LANGKAH III
Pilihan Awal Penginstallan
Setelah itu komputer akan loading…
Tunggu sampai muncul tulisan sebagai berikut:
‘ Choose The Language ‘
Pilih bahasa (disarankan bahasa inggris – en). [ENTER]
‘ Choose Language Variant ‘
Pilih ‘ English (United States) ‘ [ENTER].
‘ Relase Notes ‘
Pilih [ENTER].
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure the Keyboard
tekan [ENTER].
‘ Select a Keyboard ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pilih,
qwerty/us : U.S. English (QWERTY)
[ENTER]
LANGKAH IV
Menentukan Partisi Hardisk
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
pilih,
Previous: Partition a Hard Disk
[ENTER]
‘ Select Disk Drive ‘
pilih,
/dev/hda
[ENTER]
‘ Lilo Limitations ‘
[ENTER]
‘ Note on additional space for the ReiserFS Journal ‘
[ENTER]
Akan muncul tampilan partisi yang ada pada hard Disk hda, dengan informasi ini anda akan mengetahui letak partisi swap dan letak partisi tempat anda akan meletakkan ‘/’ (root).
pilih [ Quit ]
dengan menggerakan/menekan panah kearah kanan. [ENTER]
LANGKAH V
Menginisialisasi Partisi Swap
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
[ENTER]
‘ Scan for Bad Blocks? ‘
pilih [ENTER]
‘ Are You Sure? ‘
pilih [ENTER]
LANGKAH VI
Memilih jenis File System pada Partisi Linux
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize a Linux Partition
[ENTER]
‘ Choose Filesystem Type ‘
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,
Ext3 : Next Generation of Ext2, a journaling filesystem
[ENTER]
‘ Select Partition ‘
Pilih partisi yang akan dijadikan “Ext3″
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,
/dev/hda2 : Linux native
[ENTER]
‘ Scan for Bad Blocks? ‘
pilih [ENTER]
‘ Are You Sure? ‘
Perhatikan baik-baik apakah benar yang anda pilih /dev/hda2 sebagai “Ext3″ kalau sudah benar
pilih [ENTER]
‘ Mount as the Root Filesystem? ‘
pilih [ENTER]
LANGKAH VII
Menginstall Kernel dan Modulnya
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Install kernel and Driver Modules
[ENTER]
‘ Select Installation Medium ‘
pilih,
cdrom : CD-ROM drive
[ENTER]
‘ Please insert the CD-ROM ‘
pilih [ENTER]
‘ Please Wait ‘
‘ Select Archive path ‘
Pilih directory tempat menginstall kernel.
/instmnt/dists/woody/main/disks-i386/current
[ENTER]
‘ Please Wait ‘
LANGKAH VIII
Memilih Driver
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure Device Driver Modules
[ENTER]
‘ Note about loaded drivers ‘
pilih, [ENTER]
‘ Select Category ‘
Akan tampil pilihan-pilihan module yang akan di pilih,
1. Pilih ‘ kernel/drivers/input Input Devices. ‘ [ENTER]
‘ Select kernel/driver/input modules ‘
pilih,
‘ kebdev – Keyboard support ‘ [ENTER]
‘ kebdev ‘
pilih, [ENTER]
‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
pilih,
‘ mousedev – Mouse support ‘ [ENTER]
‘ mousedev ‘
pilih, [ENTER]
‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]
2. Pilih ‘ kernel/drivers/net Drivers for network interface cards ‘ [ENTER]
‘ Select kernel/drivers/net modules ‘
carilah ‘ eepro100 ‘ [ENTER]
‘ eepro100 ‘
pilih, [ENTER]
atau bila gagal bisa coba bonding
‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa. [ENTER]
Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]
3. Pilih ‘ kernel/fs/msdos
MS-DOS file system ‘ [ENTER]
‘ Select kernel/fs/msdos modules ‘
pilih, ‘ msdos – PC BIOS ‘ [ENTER]
‘ msdos ‘
pilih, [ENTER]
‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]
4. Pilih ‘ kernel/arch/1386/kernel i386-base drivers. ‘ [ENTER]
pilih, ‘ apm ‘ [ENTER]
‘ apm ‘
pilih, [ENTER]
‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
pilih, ‘ cpuid ‘ [ENTER]
‘ cpuid ‘
pilih, [ENTER]
‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]
Pilih, ‘ Exit ‘ [ENTER]
LANGKAH IX
Mengkonfigurasi Jaringan
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure the network
[ENTER]
‘ Choose The Hostname ‘
Ganti tulisan ‘ Debian ‘ dengan ‘ LAB-OS-27-*** ‘
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]
‘ Automatic Network Configuration ‘
pilih, [ENTER]
‘ Choose the IP Address ‘
Ganti tulisan default-nya dengan ‘ 152.118.27.*** ‘
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]
‘ Choose Network Mask ‘
Tidak usah diganti.
[ENTER]
‘ What is your IP gateaway address? ‘
152.118.27.1
[ENTER]
‘ Choose Domain Name ‘
Tulis ‘ cs.ui.ac.id ‘
[ENTER]
‘ Choose the DNS Server Addresses ‘
Ganti dengan ‘ 152.118.24.2 ‘
[ENTER]
LANGKAH X
Menginstall Base System
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di
highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Install the base system
[ENTER]
‘ Select Installation Medium ‘
pilih,
‘ cdrom : CD-ROM drive ‘
[ENTER]
‘ Please insert the CD-ROM ‘
pilih, [ENTER]
‘ Select Archive path ‘
Pilih directory untuk menginstall base sistem.
/instmnt
[ENTER]
‘ Installing Base System, please wait ‘
Tunggulah sampai selesai menginstall.
LANGKAH XI
Membuat System Menjadi Bootable
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Make System Bootable
[ENTER]
‘ When should the LILO boot loader be installed ? ‘
Pilih,
/dev/hda : Install LILO in the MBR (use this if unsure).
[ENTER]
‘ Other bootable partitions ‘
Pilih,
Include Put all into the menu.
[ENTER]
‘ Securing LILO ‘
[ENTER]
LANGKAH XII
Membuat Boot Floppy
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Make a Boot Floppy
Masukkan disket(dalam keadaan baik)ke dalam floppy disk
[ENTER]
‘ Change Disk ‘
[ENTER]
Tunggulah sementara sedang membuat boot floppy
LANGKAH XIII
Mereboot Komputer
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Reboot The System
[ENTER]
‘ Reboot The System? ‘
Pilih,
Yes [ENTER]
Kemudian keluarkan disket dari floppy disk, sementara komputer sedang reboot.
Keluarkanlah cd deal dari cdrom.
Tunggu sampai muncul lilo boot seperti dibawah ini,
Linux
WIN/Dos
Pilih Linux [ENTER]
LANGKAH XIV
Konfigurasi System Debian
Kemudian akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini :
‘ Debian System Configuration ‘
[ENTER]
‘ TimeZone Configuration ‘
Is the hardware clock set to GMT
Pilih,
[ENTER]
What area do you life in?
Pilih,
Asia [ENTER]
Select a city or time zone:
Pilih,
Jakarta [ENTER]
‘ Password setup ‘
Shall I enable md5 passwords?
Pilih,
[ENTER]
Shall I enable shadow passwords?
Pilih,
[ENTER]
Enter a password for the root:
Isi saja dengan 12345
[ENTER]
Re-enter password to verify:
Isi lagi dengan 12345
[ENTER]
Shall I create a normal user account now?
Pilih,
[ENTER]
‘ Debian System Configuration ‘
Shall I remove the pcmcia packages?
Pilih,
[ENTER]
Do you want to user a PPP connection to install the system.
Pilih,
[ENTER]
‘ Apt Configuration ‘
Choose the method apt should user to access to Debian archive:
Pilih,
cdrom [ENTER]
Masukkan cd deal ke dalam cdrom.
Enter CD ROM device file:
/dev/cdrom [ENTER]
Scan another CD?
pilih [ENTER]
Add another apt source?
pilih [ENTER]
Use security updates from security.debian.org?
pilih [ENTER]
Run tasksel?
pilih [ENTER]
Run dselect?
pilih [ENTER]
Run dselect?
pilih, [ENTER]
Tunggu sementara sedang mengkonfigurasi paket apa saja yang akan diambil,
sampai ada tulisan seperti di bawah ini :
Do you want to continue? [Y/n]
Ketikan y [ENTER]
Do you want to erase any previous downloaded.deb files? [Y/n]
Ketik,
y [ENTER]
Please enter to continue
[ENTER]
I can do …..
[---Please return---]
[ENTER]
You must choose one of the options below:
Enter value (default=’1′, ‘x’ to restart):
Ketik,
5 [ENTER]
‘Debian System Configuration ‘
Have fun !
Thank you for choosing Debian.
[ENTER]
LANGKAH XV
Login
Nanti akan muncul pesan seperti dibawah ini:
LAB-OS-27-**** login :
(**** sesuai dengan komputer tempat anda menginstall)
Coba masukkan login root dan passwordnya.
Setelah itu kita akan mencoba menginstall paket.
Cara menginstallnya adalah dengan cara sebagai berikut:
ketik perintah ini di console:
apt-get install “nama paket” [ENTER]
Sebagai contoh kita akan mencoba menginstall lynx.
Jadi yang harus diketikkan adalah sebagai berikut :
apt-get install lynx [ENTER]
Do you want to continue? [Y/n]
ketikan y [ENTER]
Setelah selesai menginstall lynx coba ketikkan perintah ini di console :
lynx kambing.vlsm.org [ENTER]

Jenis file yang digu-nakan dalam instalasi sistem

Konversi File System FAT32 ke NTFS


Konvert dari File System FAT ke NTFS :

[ File System ] File system FAT32 adalah jenis file system yang harus kita gunakan dalam hal melakukan instalasi Windows 9x dan ME. Tetapi pada sistem operasi Windows yang berbasis NT, seperti halnya Windows NT, 2000 dan XP file system ini mulai tidak digunakan lagi.
Hal ini bukan berarti benar-benar harus ditinggalkan pada saat instalasi Windows 2000 maupun Windows XP, tetapi penggunaan file system ini masih disediakan pada setiap tahapan instalasinya, hal ini dikarenakan semata-mata atas pertimbangan user, jadi keputusan untuk menggunakan masing-masing file system apakah itu FAT32 atau NTFS tergangtung dari user itu sendiri.
File system FAT32 memiliki beberapa kelebihan, diantaranya dukungannya terhadap aplikasi-aplikasi yang lama, memungkinkan sistem operasi lain seperti Windows 9x untuk dapat lebih mudah mengakses file dan partisinya.
Bagi anda yang mementingkan keamanan dan kestabilan, NTFS lebih jauh lebih ampuh serta kemampuannya untuk meminimalkan fragmentasi serta kecepatannya file system FAT32 masih kalah jauh jika dibandingkan NTFS, namun demikian NTFS masih ada sedikit kekurangan yaitu NTFS akan sangat sulit diakses bahkan mungkin tidak dapat diakses sama sekali oleh sistem operasi lain seperti Windows 9x terutama apabila Anda melakukan dualboot system operasi.
Dengan kelebihan yang dimiliki oleh file system NTFS tersebut maka jenis file system inilah yang digunakan secara default pada Windows NT, XP dan 2000.
Mungkin jika Anda melakukan upgrade sistem operasi dari Windows 9x ke Windows 2000 atau XP, tentulah file system yang Anda miliki tersebut pasti FAT32. Dan mungkin Anda menginginkan untuk mengubah menjadi NTFS, atau sering disebut “convert” file system.
Dibawah ini akan langkah-langkah proses convert file system dari FAT32 ke NTFS, Namun sebelum melakukannya yang perlu diperhatikan adalah :
  • Setelah melakukan convert, anda tidak bisa mengembalikan ke file system sebelumnya. ( FAT32 to NTFS, Not NTFS to FAT32 ).
  • Pastikan selama proses convert arus listrik tidak mati, di kawatirkan proses gagal dan mengakibatkan format ulang.
  • Hasil convert tidak akan menghapus isi file yang ada di direktori anda.

Berikut langkah-langkah Proses convert dari File System FAT32 ke NTFS :

  1. Buka menu [Start] kemudian klik aplikasi [Run].
  2. Pada kotak dialog Run ketik cmd, kemudian tekan [Enter].
  3. Pada aplikasi command line yang terbuka, ketik help convert.
  4. Bacalah dengan seksama menu pertolongan yang disediakan, setelah itu Anda dapat mengetik perintah berikut:
c:\convert c: /fs:ntfs /v /x
Kemudian Anda akan mendapatkan peringatan bahwa convert ke NTFS akan dilakukan saat Anda melakukan rebooting, karena file system C:\ saat ini sedang aktif dan harus melakukan dismount terlebih dahulu. Anda tidak perlu melakukan dismount, karena Windows XP akan melakukannya untuk Anda saat booting. Anda hanya perlu menunggu proses konversi terhadap File System tersebut sampai selesai pada saat booting.

Konvert dari File System NTFS ke FAT32 :


Cara Instal Berbasis GUI

Cara Installasi Sistem Operasi Berbasis GUI (Windows 7 (seven))

Cara install windows seven 7 Proses instalasi windows 7 sangat berbeda dengan proses instalasi windows xp yang kebanyakan digunakan. Kali ini kita akan membahas langkah-langkah cara menginstall windows seven 7.

Langkah-langkah menginstall windows seven 7
1. Siapkan DVD instalasi Windows Seven (7) dan catat serial numbernya
2. Atur agar komputer booting dari dvd, pengaturan dilakukan lewat bios, bisanya tekan delete atau f2 ketika komputer baru dinyalakan pilih setingan booting kemudian pilih dvd rom menjadi urutan pertama. simpan konfigurasi bios dengan cara menekan f10.
3. Masukkan DVD Instalasi
4. Tekan tombol mana saja jika muncul tulisan boot from cd or dvd
5. Muncul tampilan seperti dibawah
cara instalasi windows 7
6. Selanjutnya muncul tampilan seperti di bawah, klik next
cara instalasi windows 7
7. klik Install Now
cara instalasi windows 7
8. Beri tanda cek dann klik next
cara instalasi windows 7
9. Karena kita sedang melakukan clean install maka pilih yang Custom (advanced)
cara instalasi windows 7
10. Pilih partisi yang akan dipakai untuk menginstal windows seven (7), contoh di bawah hardisk belum di bagi2 kedalam beberapa partisi, jika ingin membagi kedalam beberapa partisi sebelum proses instalasi pilih Drive options (advanced) disitu kita bisa membuat, menghapus dan meresize partisi. tapi dari pada bingun untuk yang pertama kali instalasi windows mending langsung pilih next saja, toh pembagian partisi bisa dilakukan setelah proses instalasi selesai.
cara instalasi windows 7
11. Proses instalasi dimulai.. proses instalasi ini memakan waktu yang cukup lama..
cara instalasi windows 7
12. Setelah proses di atas selese komputer akan otomatis restart sendiri. kumudian muncul seperti dibawah
cara instalasi windows 7
13. Ketikkan nama user dan nama computer anda
cara instalasi windows 7
14. Kemudian isikan password untuk keamanan komputer anda. Jika tidak isi komputer anda tidak ada passwordnya.
cara instalasi windows 7
15. Masukkan Windows Product key yang sudah dicatat di awal tadi, jika tidak ada anda mendapat masa trial windows 7 selama 30 hari
cara instalasi windows 7
16. Selanjutnya setingan apakah windows akan otomatis meng update atau tidak
cara instalasi windows 7
17. Kemudian setingan time zone
cara instalasi windows 7
18. selesai..
cara instalasi windows 7
Sekian dulu cara menginstall windows seven 7 plus gambar. Selamat mencoba.

sumber:http://abdulroqib.blogspot.com/2010/09/cara-instalasi-windows-seven-7-gambar.html

Instalasi Sistem Berbasis GUI

Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI (Graphical User Interface) 

1 : Mempersiapkan Instalasi Sistem OperasiJaringan Berbasis GUI (Graphical User Interfa


Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputer
dengan perangkat keras komputer. Pengertian sistem operasi secara
umum adalah suatu pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat
pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke
pemakai sehingga memudahkan penggunaan dan pemanfaatan
sumber daya sistem komputer.
Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai
sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem
operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi
jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi
komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi
untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola
sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Sistem operasi harus diinstal ke dalam komputer agar dapat berfungsi
dengan baik. Dalam instalasi sistem operasi jaringan terdapat
beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan

mode grafik. Instalasi sistem operasi berbasis text merupakan salah
satu mode instalasi sistem operasi komputer dengan tampilan text.
Mode text digunakan jika spesifikasi hardware komputer yang akan
diinstal mempunyai spesifikasi yang rendah. Metode instalasi berbasis
text akan mempercepat proses instalasi walaupun dengan tampilan
yang kurang menarik dibandingkan dengan mode Grafis (GUI).
Metode instalasi sistem operasi berbasis GUI, mempunyai tampilan
grafis yang lebih menarik dan memudahkan dalam proses instalasi
sehingga sering dipilih oleh pemakai sistem operasi. Dengan
perkembangan hardware komputer yang semakin baik menjadikan
faktor kecepatan tidak menjadi kendala dalam proses instalasi.
Sistem operasi komputer telah mengalami perkembangan yang sangat
pesat baik untuk keperluan stand alone maupun jaringan. Ada banyak
sistem operasi komputer yang dapat digunakan dalam sebuah
komputer baik stand alone maupun jaringan diantaranya adalah
Microsoft Windows Series (Win 3.1, Win 9x, Win ME, Win 2000, Win
XP, Win NT), Unix, San Solaris, Linux Series (Redhat, Debian, SUSE,
Mandrake, Knoppix), Mac, dan lain sebagainya. Masing-masing sistem
operasi memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan
analisis dalam memilih sistem operasi mana yang sesuai dengan
kebutuhan.

2) Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI

Seperti pada sistem operasi yang dapat digunakan pada PC, sistem
operasi jaringan juga bermacam-macam. Banyak perusahaan yang
mengembangkan sistem operasi jaringan dari yang komersial sampai
dengan sistem operasi yang bersifat free alias gratis. Sistem operasi
memegang peranan yang sangat vital terhadap program yang akan
berjalan. Pemilihan sistem operasi harus disesuaikan dengan

kebutuhan baik hardware, program yang akan dipakai maupun user
yang akan memakai sistem.
Microsoft Windows NT, Windows 2000 Server dan Windows 2003
Server merupakan sistem operasi jaringan yang dikembangkan oleh
perusahaan Microsoft dengan lisensi komersial. Untuk menggunakan
sistem operasi jaringan dari Microsoft kita harus membayar lisensi atau
membeli sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan antara pengguna
dengan perusahaan.

Selain Microsoft perusahaan yang mengembangkan sistem operasi
jaringan adalah Unix, San Solaris dan perusahaan lainnya. Salah satu
sistem operasi jaringan yang dikembangkan secara dengan free adalah
Linux. Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds,
mengusung proyek open source dengan lisensi GNU/GPL (General
Public Licence) yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap
memegang haknya tetapi orang lain dimungkinkan untuk
menyebarkan, memodifikasi, atau bahkan menjual kembali program
tersebut tetapi dengan syarat source code asli dan hak cipta harus
diikutsertakan dalam distribusinya. Dengan konsep ini semua orang
dapat ikut mengembangkan sistem operasi dan software berbasis
linux.

Dengan lisensi GNU/GPL Linux menjadi salah satu sistem operasi yang
mengalami perkembangan yang sangat cepat, karena Linux
dikembangkan oleh komunitas pengguna sistem operasi open source.
Kelemahan sistem operasi atau yang sering disebut dengan “Bug” akan
segera diperbaiki oleh komunitas pengguna linux dan dapat langsung
didistribusikan dengan free. Dengan demikian sistem operasi Linux
menjadi sistem operasi yang up to date setiap saat.
Mungkin anda masih bingung dengan Lisensi GNU/GPL, kalau demikian
perusahaan atau orang yang mengembangkan Linux dari mana
mendapat keuntungan?. Yang dimaksud dengan GNU/GPL disini adalah
bahwa sistem operasi yang dikembangkan memang bersifat free tetapi
pengembang dapat juga menjualnya dengan harga yang tidak terlalu
mahal dan perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari jasa
pelayanan instalasi, pelatihan, implementasi sistem dan lain
sebagainya.

3) Spesifikasi Hardware

Perkembangan hardware komputer yang cepat diiringi juga dengan
perkembangan software dan sistem operasi yang menuntut spesifikasi
hardware yang tinggi. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk
melakukan instalasi sistem operasi sebaiknya dicek dahulu kebutuhan
minimum harware yang diperlukan. Beberapa sistem operasi
mensyaratkan spesifikasi minimal hardware agar komputer dapat
bekerja secara optimal. Jika spesifikasi hardware kurang memenuhi
syarat maka akan berdampak pada tidak optimalnya kerja sistem
operasi.
Untuk mengetahui spesifikasi hardware komputer dapat dilihat pada
manual book. Jika manual book tidak ada, dapat dilihat spesifikasi
hardware pada saat komputer pertama kali dinyalakan, maka sistem
BIOS akan melakukan cek hardware dan akan menampilkannya di
layar monitor.
Beberapa spesifikasi hardware yang perlu diketahui adalah sebagai
berikut :

· CPU
CPU atau prosesor merupakan inti dari sebuah mesin
komputer. Ada banyak pengembang prosesor dengan spesifikasi
dan teknologi yang berbeda. Tiap jenis prosesor memerlukan
hardware yang berbeda sehingga diperlukan pengetahuan
mendalam dalam pemilihan prosesor.
Intel mengembangkan prosesor jenis Pentium I, II, III, IV,
Pentium Celeron, Intel Xeon, Intel Mobile dan lain sebagainya
dengan clock speed mulai 100 MHz sampai 3,2 GHz.
AMD merupakan pesaing terdekat Intel mengembangkan AMD
Duron, Athlon, Barton, Opteron dengan clock speed yang hampir
sama.
Xyrix, Via, Sys, Motorolla, Apple dan perusahaan lainnya juga
mengembangkan prosesor.

· Motherboard
Motherboard merupakan tempat utama meletakkan periperal
komputer seperti prosesor, RAM, keyboard, mouse, kartu grafis,
kartu suara dan kartu jaringan. Motherboard sebuah komputer
mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak tergantung teknologi
prosesor yang dipakai yang ditunjukkan dengan chipset yang
digunakan seperti i810, i815, i845, i850, i865, i915, i925 untuk
chipset Intel, KT400, KT600, Nforce, Nforce II, Nforce III, Sys 650,
Sys 645 dan lain sebagainya.

· RAM (Random Acces Memory)
RAM merupakan memori penyimpan sementara untuk menjalankan
sistem operasi dan program aplikasi. RAM mempunyai beberapa
teknologi antara lain EDO RAM, SDRAM 66, SDRAM 100, SDRAM
133, DDRAM dan RAMBUS dengan kapasitas mulai dari 4 MB, 16
MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan lain sebagainya.

· Hard disk
Hard disk memegang peranan yang sangat penting berhubungan
dengan instalasi sistem operasi. Hard disk merupakan komponen
untuk menyimpan data-data secara permanen file-file sistem. Untuk
dapat melakukan instalasi sistem operasi diperlukan syarat
kapasitas hard disk yang cukup dan juga terkadang diperlukan
partisi hard disk.
Beberapa ukuran hard disk yang ada adalah sbb : 1 GB, 2,1 GB, 4,2
GB, 6,4 GB, 10, GB, 20 GB, 40 GB, 60 GB, 80 GB, 120 GB, 200 GB
dan lain sebagainya.
Hard disk mempunyai beberapa tipe yaitu IDE, ATA, SATA dan
SCSI. Biasanya untuk keperluan server digunakan hard disk jenis
SCSI, walaupun bisa juga menggunakan jenis lainnya.

· Kartu Grafis (kartu VGA)
kartu Grafis berfungsi untuk menghubungkan antara sistem komputer dengan tampilan di layar
monitor. Kartu VGA mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak.
Teknologi kartu VGA yang digunakan adalah ISA, EISA, VESA, PCI,
AGP dan PCI Express, sedangkan macamnya antara lain Voodoo,
Nvidia Gforce (MX, Ti, FX), Ati Radeon (7200, 9200, 9600, 9800)
dan lain sebagainya.

· Keyboard : standar PS/2 , Serial , USB

· Mouse : Serial, PS/2 atau USB

· Monitor : monitor komputer mempunyai ukuran yang beragam
mulai dari 14 “, 15 “ 17 “ 20 “. Teknologi yang digunakan juga
bermacam-macam mulai dari tabung, tabung flat sampai ke LCD.

· Kartu Suara (Sound Card )
Sound card merupakan periperal tambahan dalam sebuah
komputer yang berfungsi untuk mengolah dan menghasilkan sinyal
audio. Teknologi yang digunakan adalah ISA dan PCI, 16 bit dan 24
bit dengan 2, 4, 5, 6 dan 7 channel.

· Kartu jaringan (Lan Card)
Kartu jaringan merupakan periperal utama dalam jaringan
komputer. Masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan
dengan kartu ini melalui switch/hub.


2: Memahami Sistem Operasi Jaringan
Berbasis GUI Redhat Linux 9

Untuk dapat melakukan instalasi sistem operasi jaringan Redhat Linux
9 dengan baik dan benar diperlukan pemahaman yang baik akan
kebutuhan sistem dan kondisi yang ada. Tanpa adanya pemahaman
yang baik, implementasi sistem komputer dapat menjadi masalah yang
serius di kemudian hari. Sistem operasi jaringan memegang peranan
yang sangat vital dalam implementasi sistem berbasis komputer.
Sistem operasi jaringan harus sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan yang ada.
Redhat Linux 9 merupakan salah satu varian dari Sistem Operasi Linux
yang cukup populer di lingkungan pengembang software open source.
Dengan mahalnya software dan sistem operasi Microsoft Windows,
mendorong banyak pemakai komputer baik instansi, perusahaan
maupun perkantoran untuk beralih ke Linux.
Redhat merupakan suatu perusahaan yang mengembangkan sistem
operasi open source yang sudah lama mengembangkan Linux. Redhat
9 merupakan pengembangan dari versi Redhat sebelumnya yaitu versi
8, versi 7 dan versi-versi sebelumnya.

2) Kebutuhan Hardware
Pada awal perkembangannya Linux dapat berjalan pada mesin
komputer ISA, EISA, VESA Local Bus atau PCI 80836, 80486 dengan
spesifikasi hardware pada jaman itu yang masih sangat minim. Linux
sebenarnya tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang besar.
Namun perkembangan dunia hardware juga tidak menjadikan Linux
sebagai sistem operasi ketinggalan jalan. Dengan konsep open source
para pengembang Linux terus mengembangkan sistem operasi ini
mengikuti perkembangan jaman.
Redhat 9 memberikan spesifikasi hardware minimal yang dibutuhkan
agar sistem dapat berjalan dengan baik. Spsesifikasi tersebut adalah sebagai berikut :

Prosesor : Pentium I 200 (untuk mode text)
Pentium II 400 (untuk mode grafik)
Rekomendasi Pentium III 600 MB ke atas
Hard disk : 475 MB (Untuk custom installation)
850 MB (Untuk Server)
1,7 GB (Untuk Personal Desktop)
2,1 GB (Untuk Workstation)
Rekomendasi 10 GB ke atas
Memory : 64 MB (untuk mode text)
128 MB (Untuk mode grafik)

Rekomendasi 192 MB agar berjalan dengan baik
Sebelum memulai instalasi Redhat Linux 9, perlu diketahui bahwa
sistem operasi Redhat Linux berbeda dengan sistem operasi Microsoft
Windows. Redhat Linux membutuhkan partisi hard disk minimal
menjadi 2 bagian yaitu sebagai /root dan swap. Besarnya nilai partisi
dari /root dan swap dapat diatur sesuai kebutuhan. Swap merupakan
penyimpanan data sementara selama proses berlangsung hampir mirip
dengan virtual memory di Windows. Linux dapat mempunyai partisi
lain seperti /usr, /boot dan /var.

3) Metode Instalasi
Hal yang perlu dipahami oleh orang yang akan melakukan instalasi
sistem operasi yaitu bagaimana mendapatkan masternya. Master
sistem operasi yang akan diinstal ke komputer biasanya disimpan
dalam media penyimpanan elektronis seperti floppy disk atau disket,
CD-ROM, DVD-ROM, Flash Disk, PCMCIA, Hard disk, DVD-ROM dan
media penyimpanan elektronis lainnya.
Untuk melakukan instalasi sistem operasi diperlukan master sistem
operasi yang tersimpan dalam media penyimpanan elektronis. Ada
beberapa media penyimpan file yang digunakan untuk menyimpan
master file sistem operasi jaringan. Beberapa sistem operasi
menyediakan pilihan bagaimana melakukan instalasi sistem operasi
berdasarkan letak dimana file master sistem operasi disimpan.

Metode instalasi berdasarkan letak file sistem operasi disimpan yaitu :

a) CD-ROM
Metode instalasi sistem operasi yang paling banyak digunakan
adalah dengan CD-ROM. Hal ini disebabkan karena CD-ROM
merupakan media penyimpanan yang handal, berkapasitas besar
(700 MB), tahan lama, murah dan fleksibel untuk dibawa kemanakemana.
CD-ROM sering kali digunakan untuk menyimpan file atau data
elektronis. Banyak software, Film, Musik dan data-data lainnya
didistribusikan dalam bentuk CD-ROM

b) Hard Disk
Instalasi sistem operasi dapat juga dilakukan melalui hard disk
yang telah berisi master sistem operasi. Hard disk merupakan
media penyimpanan yang harus dimiliki oleh komputer dewasa
ini. Tanpa hard disk komputer tidak dapat berfungsi karena
sistem operasi sekarang ini harus diinstalasi ke hard disk,
demikian juga dengan software, film dan musik dapat disimpan
dalam hard disk. Dengan kemajuan teknologi hard disk dewasa ini
memiliki kapasitas yang sangat besar (200 GB atau lebih) dengan
harga yang cukup murah.

c) NFS Image
Instalasi sistem operasi jaringan (Linux Redhat) dapat dilakukan
melalui NFS Server. Untuk instalasi dengan NFS Server ini
dibutuhkan network atau PCMCIA boot disket (bootnet.img).

d) FTP
Instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dapat dilakukan melalui
FTP Server. Untuk instalasi dengan FTP ini dibutuhkan network
atau PCMCIA boot disket (bootnet.img). Proses instalasi melalui FTP memerlukan akses jaringan sehingga jarang dilakukan karena
distribusi sistem operasi dengan media lain mudah didapatkan.

e) HTTP
Instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dapat dilakukan melalui
HTTP Server. Untuk instalasi dengan HTTP ini dibutuhkan network
atau PCMCIA boot disket (bootnet.img). sama seperti pada FTP
proses instalasi akan berjalan lambat jika jaringan komputer tidak
baik.

3: Melaksanakan Instalasi Sistem Operasi
Jaringan Redhat Linux 9

Setelah memahami konsep sistem operasi jaringan dan anda telah
menentukan sistem operasi mana yang akan digunakan sebagai sistem
operasi jaringan, pada kegiatan belajar yang kedua ini peserta diklat
berlatih untuk menginstalasi sistem operasi jaringan dengan Sistem
Operasi Linux Redhat 9.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan instalasi sistem
operasi Redhat 9 berbasis GUI diantaranya adalah sebagai berikut :

a) Pemilihan Versi Redhat
Karena terdapat varian Redhat maka perlu dipilih varian mana
yang akan digunakan. Pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan
sistem dan kemampuan hardware. Dengan memilih sistem
operasi yang sesuai akan menghemat biaya dan meningkatkan
efisiensi pekerjaan

b) Pemilihan mode instalasi
Mode instalasi berbasis grafik (GUI) mempunyai tampilan yang
menarik dengan menu yang user friendly seperti pada menumenu
program berbasis Microsoft Windows tetapi mode ini
memerlukan dukungan hardware yang bagus.
Jika hardware yang digunakan kurang mendukung dapat dipilih
mode text untuk mempercepat proses instalasi

c) Pemilihan metode instalasi
Redhat Linux menyediakan beberapa cara instalasi yaitu dengan
CD-ROM, melalui hard disk, Melalui NFS, FTP maupun HTTP.
Proses instalasi melalui CD-ROM dan hard disk lebih baik karena
lebih mudah dan cepat.

d) Penomoran TCP/IP
Setelah peserta diklat melakukan instalasi sistem operasi Linux
Redhat 9 dengan benar, kemudian dapat mengeceknya apakah
sistem operasi yang telah diinstal dapat bekerja sesuai dengan
yang diiginkan.

2) Proses Instalasi
Proses instalasi yang akan dijelaskan disini menggunakan CD-ROM
sebagai file master Redhat Linux 9 yang terdiri dari 3 CD. Proses ini
dipilih karena lebih sering digunakan dan persiapan yang dilakukan
cukup mengubah setting bios pada boot sequence dengan
menempatkan CD-ROM pada urutan pertama. Untuk melakukan
pengaturan BIOS tekan tombol Delete pada keyboard pada saat
komputer pertama kali booting sehingga muncul tampilan sebagai
berikut :

Pilihlah menu Advanced BIOS Features

Setelah melakukan setting BIOS masukkan CD #1 Master Linux Redhat
9 lalu komputer di restart sehingga komputer akan booting dari CDROM.
Setelah komputer booting dari CD,

Pilihlah mode install Red Hat Linux in Graphical mode dengan
menekan tombol di keyboard. Komputer akan memunculkan
menu pilihan untuk mendiagnosis CD master Linux Redhat 9 apakah
kondisinya baik atau tidak. Jika anda tidak ingin melakukan diagnosis
pilih [Skip] untuk melanjutkan proses instalasi.

Komputer akan mengecek hardware komputer dan mendeteksi secara
otomatis periperal yang digunakan.

Pilih tombol Next untuk melanjutkan proses instalasi

Pilih bahasa untuk proses instalasi yang familiar (English) lalu tekan
tombol Next

Pilih konfigurasi keyboard yang sesuai (U.S. English) lalu tekan tombol
Next

Pilih mouse sesuai dengan mouse anda lalu tekan tombol Next untuk
melanjutkan instalasi.

Jika komputer yang akan diinstal belum mempunyai sistem operasi
Linux Redhat sebelumnya maka pilih Install, jika sudah terdapat
sistem operasi Linux Redhat versi sebelumnya dapat dipilih Upgrade
maupun Install lalu tekan tombol Next

Pilih menu pilihan jenis instalasi yang ingin dilakukan dalam hal ini
tentu saja Server atau Custom.

Pilih menu Automatically Partition untuk melakukan partisi secara
otomatis atau Manually partition With Disk Druid jika diinginkan partisi
secara manual.

Jika dipilih menu Automatically Partition maka akan muncul tampilan
seperti di atas. Pilih menu Remove all Linux partition atau yang lain
sesuai kebutuhan. Jika hard disk masih kosong dan belum dipartisi
maka Redhat akan melakukan partisi.

Untuk menambah partisi jika diinginkan dapat dilakukan dengan
memilih menu add partition.

Boot loader merupakan software yang pertama kali dijalankan ketika
komputer pertama kali dinyalakan. Software ini berfungsi pada saat
loading dan transfer control untuk mengoperasikan sistem kernel
software.

Pengaturan boot loader mempunyai peranan yang penting jika
komputer yang akan diinstal mempunyai sistem operasi lain maka kita
dapat memilih booting dengan sistem operasi yang mana.
Redhat 9 menyediakan dua software boot loader yaitu GRUB dan LILO.

Sistem operasi Redhat Linux memerlukan setting konfigurasi jaringan.
Program instalasi secara otomatis akan mendeteksi jenis network
device yang sesuai. Selanjutnya masukkan alamat IP dan netmask. Di
sini terdapat pilihan secara otomatis melalui DHCP atau secara manual.

Pengaturan IP Address harus disesuaikan dengan desain jaringan yang
akan dibuat sehingga pengaturannya dapat dilakukan kemudian pada
saat pengaturan jaringan.

Untuk meningkatkan keamanan komputer pada network, Redhat Linux
menyediakan Firewall Protection. Kita dapat memilih tingkat keamanan
yang diiginkan seperti pada gambar di atas.

Di sini disediakan 3 tingkat keamanan yaitu :

· High

Tingkat keamanan ini hanya membolehkan koneksi sesuai dengan
default setting sehingga hanya dapat melakukan koneksi dengan
DNS replies dan DHCP

· Medium

Tingkat mediium memberikan batasan-batasan koneksi terhadap
source tertentu dalam sistem.

· No Firewall

Pemilihan tingkat keamanan No Firewall dapat dilakukan jika yakin
bahwa sistem berada dalam jaringan yang dapat dipercaya.

Pilihlah bahasa yang akan digunakan

Pengaturan waktu harus dilakukan agar waktu yang ditunjukkan pada
komputer sesuai dengan tempat dimana komputer diletakkan. Setelah
pengaturan waktu selesai dilakukan maka akan muncul tampilan
sebagai berikut :

Setelah proses instalasi maka akan muncul setting pasword root
(administrator jaringan). Pada proses ini diperlukan pengaturan
pasword root (administrator). Proses ini sangat penting di dalam
sistem operasi jaringan karena hanya pada level inilah hak akses total
dapat dilakukan.
Disamping root, dapat juga ditambahkan user yang dapat
menggunakan sistem ini dengan pasword sebagai user.

4: Mengecek Hasil Instalasi dengan
Menjalankan Sistem Operasi Jaringan

1) Konfigurasi Sistem
Setelah memahami cara melakukan instalasi sistem operasi jaringan
dengan Redhat Linux 9. pada kegiatan belajar yang ketiga ini peserta
diklat berlatih mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem
operasi jaringan dan melakukan trouble shooting sederhana.
Setelah sistem operasi Redhat Linux 9 terinstal ke hard disk.

Setup agent merupakan petunjuk untuk melakukan pengaturan
konfigurasi sistem Redhat Linux. Dengan setup agent ini dapat
dilakukan pengaturan waktu dan tanggal, menambah user baru,
melakukan instalasi software pendukung dan melakukan registrasi
sistem ke jaringan Redhat.
Menu user account digunakan untuk membuat user baru dengan nama
user dan password yang spesifik. Sebaiknya anda tidak melakukan
login sebagai root, melainkan sebagai user kecuali untuk hal-hal yang
sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya
kerusakan sistem.

Setelah membuat user baru maka akan muncul menu berikutnya yaitu
pengaturan tanggal dan waktu komputer sesuai dengan waktu
setempat. Waktu harus ditentukan dengan benar karena akan dipakai
sebagai standar dalam perhitungan untuk laporan segala aktivitas
komputer.

Langkah berikutnya setelah melakukan pengaturan waktu adalah
melakukan register ke jaringan Redhat. Untuk dapat melakukan
registrasi ke jaringan Redhat diperlukan koneksi internet. Registrasi ini
bertujuan untuk mendapatkan update terbaru dari sistem operasi
Redhat Linux ke server http://www.redhat.com/docs/manuals/
RHNetwork/

Setelah proses penambahan package software selesai maka sekarang
sudah dapat masuk ke dalam sistem.

2) Login Ke Sistem
Pada saat sistem booting maka akan minta dimasukkan user yang
mempunyai hak untuk dapat login ke sistem. Login diisi dengan user
name dan password yang diberikan oleh root.

Setelah melakukan login dengan benar, maka kita akan masuk ke
dalam menu utama sistem operasi Redhat Linux 9 dengan tampilan
grafis yang mirip dengan sistem operasi Microsoft Windows

Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI (Graphical User Interface)

1 : Mempersiapkan Instalasi Sistem Operasi
Jaringan Berbasis GUI (Graphical User Interface)


Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputer
dengan perangkat keras komputer. Pengertian sistem operasi secara
umum adalah suatu pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat
pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke
pemakai sehingga memudahkan penggunaan dan pemanfaatan
sumber daya sistem komputer.
Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai
sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem
operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi
jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi
komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi
untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola
sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Sistem operasi harus diinstal ke dalam komputer agar dapat berfungsi
dengan baik. Dalam instalasi sistem operasi jaringan terdapat
beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan

mode grafik. Instalasi sistem operasi berbasis text merupakan salah
satu mode instalasi sistem operasi komputer dengan tampilan text.
Mode text digunakan jika spesifikasi hardware komputer yang akan
diinstal mempunyai spesifikasi yang rendah. Metode instalasi berbasis
text akan mempercepat proses instalasi walaupun dengan tampilan
yang kurang menarik dibandingkan dengan mode Grafis (GUI).
Metode instalasi sistem operasi berbasis GUI, mempunyai tampilan
grafis yang lebih menarik dan memudahkan dalam proses instalasi
sehingga sering dipilih oleh pemakai sistem operasi. Dengan
perkembangan hardware komputer yang semakin baik menjadikan
faktor kecepatan tidak menjadi kendala dalam proses instalasi.
Sistem operasi komputer telah mengalami perkembangan yang sangat
pesat baik untuk keperluan stand alone maupun jaringan. Ada banyak
sistem operasi komputer yang dapat digunakan dalam sebuah
komputer baik stand alone maupun jaringan diantaranya adalah
Microsoft Windows Series (Win 3.1, Win 9x, Win ME, Win 2000, Win
XP, Win NT), Unix, San Solaris, Linux Series (Redhat, Debian, SUSE,
Mandrake, Knoppix), Mac, dan lain sebagainya. Masing-masing sistem
operasi memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan
analisis dalam memilih sistem operasi mana yang sesuai dengan
kebutuhan.

2) Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI

Seperti pada sistem operasi yang dapat digunakan pada PC, sistem
operasi jaringan juga bermacam-macam. Banyak perusahaan yang
mengembangkan sistem operasi jaringan dari yang komersial sampai
dengan sistem operasi yang bersifat free alias gratis. Sistem operasi
memegang peranan yang sangat vital terhadap program yang akan
berjalan. Pemilihan sistem operasi harus disesuaikan dengan

kebutuhan baik hardware, program yang akan dipakai maupun user
yang akan memakai sistem.
Microsoft Windows NT, Windows 2000 Server dan Windows 2003
Server merupakan sistem operasi jaringan yang dikembangkan oleh
perusahaan Microsoft dengan lisensi komersial. Untuk menggunakan
sistem operasi jaringan dari Microsoft kita harus membayar lisensi atau
membeli sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan antara pengguna
dengan perusahaan.

Selain Microsoft perusahaan yang mengembangkan sistem operasi
jaringan adalah Unix, San Solaris dan perusahaan lainnya. Salah satu
sistem operasi jaringan yang dikembangkan secara dengan free adalah
Linux. Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds,
mengusung proyek open source dengan lisensi GNU/GPL (General
Public Licence) yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap
memegang haknya tetapi orang lain dimungkinkan untuk
menyebarkan, memodifikasi, atau bahkan menjual kembali program
tersebut tetapi dengan syarat source code asli dan hak cipta harus
diikutsertakan dalam distribusinya. Dengan konsep ini semua orang
dapat ikut mengembangkan sistem operasi dan software berbasis
linux.

Dengan lisensi GNU/GPL Linux menjadi salah satu sistem operasi yang
mengalami perkembangan yang sangat cepat, karena Linux
dikembangkan oleh komunitas pengguna sistem operasi open source.
Kelemahan sistem operasi atau yang sering disebut dengan “Bug” akan
segera diperbaiki oleh komunitas pengguna linux dan dapat langsung
didistribusikan dengan free. Dengan demikian sistem operasi Linux
menjadi sistem operasi yang up to date setiap saat.
Mungkin anda masih bingung dengan Lisensi GNU/GPL, kalau demikian
perusahaan atau orang yang mengembangkan Linux dari mana
mendapat keuntungan?. Yang dimaksud dengan GNU/GPL disini adalah
bahwa sistem operasi yang dikembangkan memang bersifat free tetapi
pengembang dapat juga menjualnya dengan harga yang tidak terlalu
mahal dan perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari jasa
pelayanan instalasi, pelatihan, implementasi sistem dan lain
sebagainya.

3) Spesifikasi Hardware

Perkembangan hardware komputer yang cepat diiringi juga dengan
perkembangan software dan sistem operasi yang menuntut spesifikasi
hardware yang tinggi. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk
melakukan instalasi sistem operasi sebaiknya dicek dahulu kebutuhan
minimum harware yang diperlukan. Beberapa sistem operasi
mensyaratkan spesifikasi minimal hardware agar komputer dapat
bekerja secara optimal. Jika spesifikasi hardware kurang memenuhi
syarat maka akan berdampak pada tidak optimalnya kerja sistem
operasi.
Untuk mengetahui spesifikasi hardware komputer dapat dilihat pada
manual book. Jika manual book tidak ada, dapat dilihat spesifikasi
hardware pada saat komputer pertama kali dinyalakan, maka sistem
BIOS akan melakukan cek hardware dan akan menampilkannya di
layar monitor.
Beberapa spesifikasi hardware yang perlu diketahui adalah sebagai
berikut :

· CPU
CPU atau prosesor merupakan inti dari sebuah mesin
komputer. Ada banyak pengembang prosesor dengan spesifikasi
dan teknologi yang berbeda. Tiap jenis prosesor memerlukan
hardware yang berbeda sehingga diperlukan pengetahuan
mendalam dalam pemilihan prosesor.
Intel mengembangkan prosesor jenis Pentium I, II, III, IV,
Pentium Celeron, Intel Xeon, Intel Mobile dan lain sebagainya
dengan clock speed mulai 100 MHz sampai 3,2 GHz.
AMD merupakan pesaing terdekat Intel mengembangkan AMD
Duron, Athlon, Barton, Opteron dengan clock speed yang hampir
sama.
Xyrix, Via, Sys, Motorolla, Apple dan perusahaan lainnya juga
mengembangkan prosesor.

· Motherboard
Motherboard merupakan tempat utama meletakkan periperal
komputer seperti prosesor, RAM, keyboard, mouse, kartu grafis,
kartu suara dan kartu jaringan. Motherboard sebuah komputer
mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak tergantung teknologi
prosesor yang dipakai yang ditunjukkan dengan chipset yang
digunakan seperti i810, i815, i845, i850, i865, i915, i925 untuk
chipset Intel, KT400, KT600, Nforce, Nforce II, Nforce III, Sys 650,
Sys 645 dan lain sebagainya.

· RAM (Random Acces Memory)
RAM merupakan memori penyimpan sementara untuk menjalankan
sistem operasi dan program aplikasi. RAM mempunyai beberapa
teknologi antara lain EDO RAM, SDRAM 66, SDRAM 100, SDRAM
133, DDRAM dan RAMBUS dengan kapasitas mulai dari 4 MB, 16
MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan lain sebagainya.

· Hard disk
Hard disk memegang peranan yang sangat penting berhubungan
dengan instalasi sistem operasi. Hard disk merupakan komponen
untuk menyimpan data-data secara permanen file-file sistem. Untuk
dapat melakukan instalasi sistem operasi diperlukan syarat
kapasitas hard disk yang cukup dan juga terkadang diperlukan
partisi hard disk.
Beberapa ukuran hard disk yang ada adalah sbb : 1 GB, 2,1 GB, 4,2
GB, 6,4 GB, 10, GB, 20 GB, 40 GB, 60 GB, 80 GB, 120 GB, 200 GB
dan lain sebagainya.
Hard disk mempunyai beberapa tipe yaitu IDE, ATA, SATA dan
SCSI. Biasanya untuk keperluan server digunakan hard disk jenis
SCSI, walaupun bisa juga menggunakan jenis lainnya.

· Kartu Grafis (kartu VGA)
kartu Grafis berfungsi untuk menghubungkan antara sistem komputer dengan tampilan di layar
monitor. Kartu VGA mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak.
Teknologi kartu VGA yang digunakan adalah ISA, EISA, VESA, PCI,
AGP dan PCI Express, sedangkan macamnya antara lain Voodoo,
Nvidia Gforce (MX, Ti, FX), Ati Radeon (7200, 9200, 9600, 9800)
dan lain sebagainya.

· Keyboard : standar PS/2 , Serial , USB

· Mouse : Serial, PS/2 atau USB

· Monitor : monitor komputer mempunyai ukuran yang beragam
mulai dari 14 “, 15 “ 17 “ 20 “. Teknologi yang digunakan juga
bermacam-macam mulai dari tabung, tabung flat sampai ke LCD.

· Kartu Suara (Sound Card )
Sound card merupakan periperal tambahan dalam sebuah
komputer yang berfungsi untuk mengolah dan menghasilkan sinyal
audio. Teknologi yang digunakan adalah ISA dan PCI, 16 bit dan 24
bit dengan 2, 4, 5, 6 dan 7 channel.

· Kartu jaringan (Lan Card)
Kartu jaringan merupakan periperal utama dalam jaringan
komputer. Masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan
dengan kartu ini melalui switch/hub.


2: Memahami Sistem Operasi Jaringan
Berbasis GUI Redhat Linux 9

Untuk dapat melakukan instalasi sistem operasi jaringan Redhat Linux
9 dengan baik dan benar diperlukan pemahaman yang baik akan
kebutuhan sistem dan kondisi yang ada. Tanpa adanya pemahaman
yang baik, implementasi sistem komputer dapat menjadi masalah yang
serius di kemudian hari. Sistem operasi jaringan memegang peranan
yang sangat vital dalam implementasi sistem berbasis komputer.
Sistem operasi jaringan harus sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan yang ada.
Redhat Linux 9 merupakan salah satu varian dari Sistem Operasi Linux
yang cukup populer di lingkungan pengembang software open source.
Dengan mahalnya software dan sistem operasi Microsoft Windows,
mendorong banyak pemakai komputer baik instansi, perusahaan
maupun perkantoran untuk beralih ke Linux.
Redhat merupakan suatu perusahaan yang mengembangkan sistem
operasi open source yang sudah lama mengembangkan Linux. Redhat
9 merupakan pengembangan dari versi Redhat sebelumnya yaitu versi
8, versi 7 dan versi-versi sebelumnya.

2) Kebutuhan Hardware
Pada awal perkembangannya Linux dapat berjalan pada mesin
komputer ISA, EISA, VESA Local Bus atau PCI 80836, 80486 dengan
spesifikasi hardware pada jaman itu yang masih sangat minim. Linux
sebenarnya tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang besar.
Namun perkembangan dunia hardware juga tidak menjadikan Linux
sebagai sistem operasi ketinggalan jalan. Dengan konsep open source
para pengembang Linux terus mengembangkan sistem operasi ini
mengikuti perkembangan jaman.
Redhat 9 memberikan spesifikasi hardware minimal yang dibutuhkan
agar sistem dapat berjalan dengan baik. Spsesifikasi tersebut adalah sebagai berikut :

Prosesor : Pentium I 200 (untuk mode text)
Pentium II 400 (untuk mode grafik)
Rekomendasi Pentium III 600 MB ke atas
Hard disk : 475 MB (Untuk custom installation)
850 MB (Untuk Server)
1,7 GB (Untuk Personal Desktop)
2,1 GB (Untuk Workstation)
Rekomendasi 10 GB ke atas
Memory : 64 MB (untuk mode text)
128 MB (Untuk mode grafik)

Rekomendasi 192 MB agar berjalan dengan baik
Sebelum memulai instalasi Redhat Linux 9, perlu diketahui bahwa
sistem operasi Redhat Linux berbeda dengan sistem operasi Microsoft
Windows. Redhat Linux membutuhkan partisi hard disk minimal
menjadi 2 bagian yaitu sebagai /root dan swap. Besarnya nilai partisi
dari /root dan swap dapat diatur sesuai kebutuhan. Swap merupakan
penyimpanan data sementara selama proses berlangsung hampir mirip
dengan virtual memory di Windows. Linux dapat mempunyai partisi
lain seperti /usr, /boot dan /var.

3) Metode Instalasi
Hal yang perlu dipahami oleh orang yang akan melakukan instalasi
sistem operasi yaitu bagaimana mendapatkan masternya. Master
sistem operasi yang akan diinstal ke komputer biasanya disimpan
dalam media penyimpanan elektronis seperti floppy disk atau disket,
CD-ROM, DVD-ROM, Flash Disk, PCMCIA, Hard disk, DVD-ROM dan
media penyimpanan elektronis lainnya.
Untuk melakukan instalasi sistem operasi diperlukan master sistem
operasi yang tersimpan dalam media penyimpanan elektronis. Ada
beberapa media penyimpan file yang digunakan untuk menyimpan
master file sistem operasi jaringan. Beberapa sistem operasi
menyediakan pilihan bagaimana melakukan instalasi sistem operasi
berdasarkan letak dimana file master sistem operasi disimpan.

Metode instalasi berdasarkan letak file sistem operasi disimpan yaitu :

a) CD-ROM
Metode instalasi sistem operasi yang paling banyak digunakan
adalah dengan CD-ROM. Hal ini disebabkan karena CD-ROM
merupakan media penyimpanan yang handal, berkapasitas besar
(700 MB), tahan lama, murah dan fleksibel untuk dibawa kemanakemana.
CD-ROM sering kali digunakan untuk menyimpan file atau data
elektronis. Banyak software, Film, Musik dan data-data lainnya
didistribusikan dalam bentuk CD-ROM

b) Hard Disk
Instalasi sistem operasi dapat juga dilakukan melalui hard disk
yang telah berisi master sistem operasi. Hard disk merupakan
media penyimpanan yang harus dimiliki oleh komputer dewasa
ini. Tanpa hard disk komputer tidak dapat berfungsi karena
sistem operasi sekarang ini harus diinstalasi ke hard disk,
demikian juga dengan software, film dan musik dapat disimpan
dalam hard disk. Dengan kemajuan teknologi hard disk dewasa ini
memiliki kapasitas yang sangat besar (200 GB atau lebih) dengan
harga yang cukup murah.

c) NFS Image
Instalasi sistem operasi jaringan (Linux Redhat) dapat dilakukan
melalui NFS Server. Untuk instalasi dengan NFS Server ini
dibutuhkan network atau PCMCIA boot disket (bootnet.img).

d) FTP
Instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dapat dilakukan melalui
FTP Server. Untuk instalasi dengan FTP ini dibutuhkan network
atau PCMCIA boot disket (bootnet.img). Proses instalasi melalui FTP memerlukan akses jaringan sehingga jarang dilakukan karena
distribusi sistem operasi dengan media lain mudah didapatkan.

e) HTTP
Instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dapat dilakukan melalui
HTTP Server. Untuk instalasi dengan HTTP ini dibutuhkan network
atau PCMCIA boot disket (bootnet.img). sama seperti pada FTP
proses instalasi akan berjalan lambat jika jaringan komputer tidak
baik.

3: Melaksanakan Instalasi Sistem Operasi
Jaringan Redhat Linux 9

Setelah memahami konsep sistem operasi jaringan dan anda telah
menentukan sistem operasi mana yang akan digunakan sebagai sistem
operasi jaringan, pada kegiatan belajar yang kedua ini peserta diklat
berlatih untuk menginstalasi sistem operasi jaringan dengan Sistem
Operasi Linux Redhat 9.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan instalasi sistem
operasi Redhat 9 berbasis GUI diantaranya adalah sebagai berikut :

a) Pemilihan Versi Redhat
Karena terdapat varian Redhat maka perlu dipilih varian mana
yang akan digunakan. Pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan
sistem dan kemampuan hardware. Dengan memilih sistem
operasi yang sesuai akan menghemat biaya dan meningkatkan
efisiensi pekerjaan

b) Pemilihan mode instalasi
Mode instalasi berbasis grafik (GUI) mempunyai tampilan yang
menarik dengan menu yang user friendly seperti pada menumenu
program berbasis Microsoft Windows tetapi mode ini
memerlukan dukungan hardware yang bagus.
Jika hardware yang digunakan kurang mendukung dapat dipilih
mode text untuk mempercepat proses instalasi

c) Pemilihan metode instalasi
Redhat Linux menyediakan beberapa cara instalasi yaitu dengan
CD-ROM, melalui hard disk, Melalui NFS, FTP maupun HTTP.
Proses instalasi melalui CD-ROM dan hard disk lebih baik karena
lebih mudah dan cepat.

d) Penomoran TCP/IP
Setelah peserta diklat melakukan instalasi sistem operasi Linux
Redhat 9 dengan benar, kemudian dapat mengeceknya apakah
sistem operasi yang telah diinstal dapat bekerja sesuai dengan
yang diiginkan.

2) Proses Instalasi
Proses instalasi yang akan dijelaskan disini menggunakan CD-ROM
sebagai file master Redhat Linux 9 yang terdiri dari 3 CD. Proses ini
dipilih karena lebih sering digunakan dan persiapan yang dilakukan
cukup mengubah setting bios pada boot sequence dengan
menempatkan CD-ROM pada urutan pertama. Untuk melakukan
pengaturan BIOS tekan tombol Delete pada keyboard pada saat
komputer pertama kali booting sehingga muncul tampilan sebagai
berikut :

Pilihlah menu Advanced BIOS Features

Setelah melakukan setting BIOS masukkan CD #1 Master Linux Redhat
9 lalu komputer di restart sehingga komputer akan booting dari CDROM.
Setelah komputer booting dari CD,

Pilihlah mode install Red Hat Linux in Graphical mode dengan
menekan tombol di keyboard. Komputer akan memunculkan
menu pilihan untuk mendiagnosis CD master Linux Redhat 9 apakah
kondisinya baik atau tidak. Jika anda tidak ingin melakukan diagnosis
pilih [Skip] untuk melanjutkan proses instalasi.

Komputer akan mengecek hardware komputer dan mendeteksi secara
otomatis periperal yang digunakan.

Pilih tombol Next untuk melanjutkan proses instalasi

Pilih bahasa untuk proses instalasi yang familiar (English) lalu tekan
tombol Next

Pilih konfigurasi keyboard yang sesuai (U.S. English) lalu tekan tombol
Next

Pilih mouse sesuai dengan mouse anda lalu tekan tombol Next untuk
melanjutkan instalasi.

Jika komputer yang akan diinstal belum mempunyai sistem operasi
Linux Redhat sebelumnya maka pilih Install, jika sudah terdapat
sistem operasi Linux Redhat versi sebelumnya dapat dipilih Upgrade
maupun Install lalu tekan tombol Next

Pilih menu pilihan jenis instalasi yang ingin dilakukan dalam hal ini
tentu saja Server atau Custom.

Pilih menu Automatically Partition untuk melakukan partisi secara
otomatis atau Manually partition With Disk Druid jika diinginkan partisi
secara manual.

Jika dipilih menu Automatically Partition maka akan muncul tampilan
seperti di atas. Pilih menu Remove all Linux partition atau yang lain
sesuai kebutuhan. Jika hard disk masih kosong dan belum dipartisi
maka Redhat akan melakukan partisi.

Untuk menambah partisi jika diinginkan dapat dilakukan dengan
memilih menu add partition.

Boot loader merupakan software yang pertama kali dijalankan ketika
komputer pertama kali dinyalakan. Software ini berfungsi pada saat
loading dan transfer control untuk mengoperasikan sistem kernel
software.

Pengaturan boot loader mempunyai peranan yang penting jika
komputer yang akan diinstal mempunyai sistem operasi lain maka kita
dapat memilih booting dengan sistem operasi yang mana.
Redhat 9 menyediakan dua software boot loader yaitu GRUB dan LILO.

Sistem operasi Redhat Linux memerlukan setting konfigurasi jaringan.
Program instalasi secara otomatis akan mendeteksi jenis network
device yang sesuai. Selanjutnya masukkan alamat IP dan netmask. Di
sini terdapat pilihan secara otomatis melalui DHCP atau secara manual.

Pengaturan IP Address harus disesuaikan dengan desain jaringan yang
akan dibuat sehingga pengaturannya dapat dilakukan kemudian pada
saat pengaturan jaringan.

Untuk meningkatkan keamanan komputer pada network, Redhat Linux
menyediakan Firewall Protection. Kita dapat memilih tingkat keamanan
yang diiginkan seperti pada gambar di atas.

Di sini disediakan 3 tingkat keamanan yaitu :

· High

Tingkat keamanan ini hanya membolehkan koneksi sesuai dengan
default setting sehingga hanya dapat melakukan koneksi dengan
DNS replies dan DHCP

· Medium

Tingkat mediium memberikan batasan-batasan koneksi terhadap
source tertentu dalam sistem.

· No Firewall

Pemilihan tingkat keamanan No Firewall dapat dilakukan jika yakin
bahwa sistem berada dalam jaringan yang dapat dipercaya.

Pilihlah bahasa yang akan digunakan

Pengaturan waktu harus dilakukan agar waktu yang ditunjukkan pada
komputer sesuai dengan tempat dimana komputer diletakkan. Setelah
pengaturan waktu selesai dilakukan maka akan muncul tampilan
sebagai berikut :

Setelah proses instalasi maka akan muncul setting pasword root
(administrator jaringan). Pada proses ini diperlukan pengaturan
pasword root (administrator). Proses ini sangat penting di dalam
sistem operasi jaringan karena hanya pada level inilah hak akses total
dapat dilakukan.
Disamping root, dapat juga ditambahkan user yang dapat
menggunakan sistem ini dengan pasword sebagai user.

4: Mengecek Hasil Instalasi dengan
Menjalankan Sistem Operasi Jaringan

1) Konfigurasi Sistem
Setelah memahami cara melakukan instalasi sistem operasi jaringan
dengan Redhat Linux 9. pada kegiatan belajar yang ketiga ini peserta
diklat berlatih mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem
operasi jaringan dan melakukan trouble shooting sederhana.
Setelah sistem operasi Redhat Linux 9 terinstal ke hard disk.

Setup agent merupakan petunjuk untuk melakukan pengaturan
konfigurasi sistem Redhat Linux. Dengan setup agent ini dapat
dilakukan pengaturan waktu dan tanggal, menambah user baru,
melakukan instalasi software pendukung dan melakukan registrasi
sistem ke jaringan Redhat.
Menu user account digunakan untuk membuat user baru dengan nama
user dan password yang spesifik. Sebaiknya anda tidak melakukan
login sebagai root, melainkan sebagai user kecuali untuk hal-hal yang
sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya
kerusakan sistem.

Setelah membuat user baru maka akan muncul menu berikutnya yaitu
pengaturan tanggal dan waktu komputer sesuai dengan waktu
setempat. Waktu harus ditentukan dengan benar karena akan dipakai
sebagai standar dalam perhitungan untuk laporan segala aktivitas
komputer.

Langkah berikutnya setelah melakukan pengaturan waktu adalah
melakukan register ke jaringan Redhat. Untuk dapat melakukan
registrasi ke jaringan Redhat diperlukan koneksi internet. Registrasi ini
bertujuan untuk mendapatkan update terbaru dari sistem operasi
Redhat Linux ke server http://www.redhat.com/docs/manuals/
RHNetwork/

Setelah proses penambahan package software selesai maka sekarang
sudah dapat masuk ke dalam sistem.

2) Login Ke Sistem
Pada saat sistem booting maka akan minta dimasukkan user yang
mempunyai hak untuk dapat login ke sistem. Login diisi dengan user
name dan password yang diberikan oleh root.

Setelah melakukan login dengan benar, maka kita akan masuk ke
dalam menu utama sistem operasi Redhat Linux 9 dengan tampilan
grafis yang mirip dengan sistem operasi Microsoft Windows