Blogroll

Selasa, 12 Februari 2013

Instalasi Sistem Berbasis GUI

Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI (Graphical User Interface) 

1 : Mempersiapkan Instalasi Sistem OperasiJaringan Berbasis GUI (Graphical User Interfa


Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputer
dengan perangkat keras komputer. Pengertian sistem operasi secara
umum adalah suatu pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat
pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke
pemakai sehingga memudahkan penggunaan dan pemanfaatan
sumber daya sistem komputer.
Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai
sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem
operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi
jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi
komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi
untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola
sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Sistem operasi harus diinstal ke dalam komputer agar dapat berfungsi
dengan baik. Dalam instalasi sistem operasi jaringan terdapat
beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan

mode grafik. Instalasi sistem operasi berbasis text merupakan salah
satu mode instalasi sistem operasi komputer dengan tampilan text.
Mode text digunakan jika spesifikasi hardware komputer yang akan
diinstal mempunyai spesifikasi yang rendah. Metode instalasi berbasis
text akan mempercepat proses instalasi walaupun dengan tampilan
yang kurang menarik dibandingkan dengan mode Grafis (GUI).
Metode instalasi sistem operasi berbasis GUI, mempunyai tampilan
grafis yang lebih menarik dan memudahkan dalam proses instalasi
sehingga sering dipilih oleh pemakai sistem operasi. Dengan
perkembangan hardware komputer yang semakin baik menjadikan
faktor kecepatan tidak menjadi kendala dalam proses instalasi.
Sistem operasi komputer telah mengalami perkembangan yang sangat
pesat baik untuk keperluan stand alone maupun jaringan. Ada banyak
sistem operasi komputer yang dapat digunakan dalam sebuah
komputer baik stand alone maupun jaringan diantaranya adalah
Microsoft Windows Series (Win 3.1, Win 9x, Win ME, Win 2000, Win
XP, Win NT), Unix, San Solaris, Linux Series (Redhat, Debian, SUSE,
Mandrake, Knoppix), Mac, dan lain sebagainya. Masing-masing sistem
operasi memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan
analisis dalam memilih sistem operasi mana yang sesuai dengan
kebutuhan.

2) Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI

Seperti pada sistem operasi yang dapat digunakan pada PC, sistem
operasi jaringan juga bermacam-macam. Banyak perusahaan yang
mengembangkan sistem operasi jaringan dari yang komersial sampai
dengan sistem operasi yang bersifat free alias gratis. Sistem operasi
memegang peranan yang sangat vital terhadap program yang akan
berjalan. Pemilihan sistem operasi harus disesuaikan dengan

kebutuhan baik hardware, program yang akan dipakai maupun user
yang akan memakai sistem.
Microsoft Windows NT, Windows 2000 Server dan Windows 2003
Server merupakan sistem operasi jaringan yang dikembangkan oleh
perusahaan Microsoft dengan lisensi komersial. Untuk menggunakan
sistem operasi jaringan dari Microsoft kita harus membayar lisensi atau
membeli sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan antara pengguna
dengan perusahaan.

Selain Microsoft perusahaan yang mengembangkan sistem operasi
jaringan adalah Unix, San Solaris dan perusahaan lainnya. Salah satu
sistem operasi jaringan yang dikembangkan secara dengan free adalah
Linux. Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds,
mengusung proyek open source dengan lisensi GNU/GPL (General
Public Licence) yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap
memegang haknya tetapi orang lain dimungkinkan untuk
menyebarkan, memodifikasi, atau bahkan menjual kembali program
tersebut tetapi dengan syarat source code asli dan hak cipta harus
diikutsertakan dalam distribusinya. Dengan konsep ini semua orang
dapat ikut mengembangkan sistem operasi dan software berbasis
linux.

Dengan lisensi GNU/GPL Linux menjadi salah satu sistem operasi yang
mengalami perkembangan yang sangat cepat, karena Linux
dikembangkan oleh komunitas pengguna sistem operasi open source.
Kelemahan sistem operasi atau yang sering disebut dengan “Bug” akan
segera diperbaiki oleh komunitas pengguna linux dan dapat langsung
didistribusikan dengan free. Dengan demikian sistem operasi Linux
menjadi sistem operasi yang up to date setiap saat.
Mungkin anda masih bingung dengan Lisensi GNU/GPL, kalau demikian
perusahaan atau orang yang mengembangkan Linux dari mana
mendapat keuntungan?. Yang dimaksud dengan GNU/GPL disini adalah
bahwa sistem operasi yang dikembangkan memang bersifat free tetapi
pengembang dapat juga menjualnya dengan harga yang tidak terlalu
mahal dan perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari jasa
pelayanan instalasi, pelatihan, implementasi sistem dan lain
sebagainya.

3) Spesifikasi Hardware

Perkembangan hardware komputer yang cepat diiringi juga dengan
perkembangan software dan sistem operasi yang menuntut spesifikasi
hardware yang tinggi. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk
melakukan instalasi sistem operasi sebaiknya dicek dahulu kebutuhan
minimum harware yang diperlukan. Beberapa sistem operasi
mensyaratkan spesifikasi minimal hardware agar komputer dapat
bekerja secara optimal. Jika spesifikasi hardware kurang memenuhi
syarat maka akan berdampak pada tidak optimalnya kerja sistem
operasi.
Untuk mengetahui spesifikasi hardware komputer dapat dilihat pada
manual book. Jika manual book tidak ada, dapat dilihat spesifikasi
hardware pada saat komputer pertama kali dinyalakan, maka sistem
BIOS akan melakukan cek hardware dan akan menampilkannya di
layar monitor.
Beberapa spesifikasi hardware yang perlu diketahui adalah sebagai
berikut :

· CPU
CPU atau prosesor merupakan inti dari sebuah mesin
komputer. Ada banyak pengembang prosesor dengan spesifikasi
dan teknologi yang berbeda. Tiap jenis prosesor memerlukan
hardware yang berbeda sehingga diperlukan pengetahuan
mendalam dalam pemilihan prosesor.
Intel mengembangkan prosesor jenis Pentium I, II, III, IV,
Pentium Celeron, Intel Xeon, Intel Mobile dan lain sebagainya
dengan clock speed mulai 100 MHz sampai 3,2 GHz.
AMD merupakan pesaing terdekat Intel mengembangkan AMD
Duron, Athlon, Barton, Opteron dengan clock speed yang hampir
sama.
Xyrix, Via, Sys, Motorolla, Apple dan perusahaan lainnya juga
mengembangkan prosesor.

· Motherboard
Motherboard merupakan tempat utama meletakkan periperal
komputer seperti prosesor, RAM, keyboard, mouse, kartu grafis,
kartu suara dan kartu jaringan. Motherboard sebuah komputer
mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak tergantung teknologi
prosesor yang dipakai yang ditunjukkan dengan chipset yang
digunakan seperti i810, i815, i845, i850, i865, i915, i925 untuk
chipset Intel, KT400, KT600, Nforce, Nforce II, Nforce III, Sys 650,
Sys 645 dan lain sebagainya.

· RAM (Random Acces Memory)
RAM merupakan memori penyimpan sementara untuk menjalankan
sistem operasi dan program aplikasi. RAM mempunyai beberapa
teknologi antara lain EDO RAM, SDRAM 66, SDRAM 100, SDRAM
133, DDRAM dan RAMBUS dengan kapasitas mulai dari 4 MB, 16
MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan lain sebagainya.

· Hard disk
Hard disk memegang peranan yang sangat penting berhubungan
dengan instalasi sistem operasi. Hard disk merupakan komponen
untuk menyimpan data-data secara permanen file-file sistem. Untuk
dapat melakukan instalasi sistem operasi diperlukan syarat
kapasitas hard disk yang cukup dan juga terkadang diperlukan
partisi hard disk.
Beberapa ukuran hard disk yang ada adalah sbb : 1 GB, 2,1 GB, 4,2
GB, 6,4 GB, 10, GB, 20 GB, 40 GB, 60 GB, 80 GB, 120 GB, 200 GB
dan lain sebagainya.
Hard disk mempunyai beberapa tipe yaitu IDE, ATA, SATA dan
SCSI. Biasanya untuk keperluan server digunakan hard disk jenis
SCSI, walaupun bisa juga menggunakan jenis lainnya.

· Kartu Grafis (kartu VGA)
kartu Grafis berfungsi untuk menghubungkan antara sistem komputer dengan tampilan di layar
monitor. Kartu VGA mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak.
Teknologi kartu VGA yang digunakan adalah ISA, EISA, VESA, PCI,
AGP dan PCI Express, sedangkan macamnya antara lain Voodoo,
Nvidia Gforce (MX, Ti, FX), Ati Radeon (7200, 9200, 9600, 9800)
dan lain sebagainya.

· Keyboard : standar PS/2 , Serial , USB

· Mouse : Serial, PS/2 atau USB

· Monitor : monitor komputer mempunyai ukuran yang beragam
mulai dari 14 “, 15 “ 17 “ 20 “. Teknologi yang digunakan juga
bermacam-macam mulai dari tabung, tabung flat sampai ke LCD.

· Kartu Suara (Sound Card )
Sound card merupakan periperal tambahan dalam sebuah
komputer yang berfungsi untuk mengolah dan menghasilkan sinyal
audio. Teknologi yang digunakan adalah ISA dan PCI, 16 bit dan 24
bit dengan 2, 4, 5, 6 dan 7 channel.

· Kartu jaringan (Lan Card)
Kartu jaringan merupakan periperal utama dalam jaringan
komputer. Masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan
dengan kartu ini melalui switch/hub.


2: Memahami Sistem Operasi Jaringan
Berbasis GUI Redhat Linux 9

Untuk dapat melakukan instalasi sistem operasi jaringan Redhat Linux
9 dengan baik dan benar diperlukan pemahaman yang baik akan
kebutuhan sistem dan kondisi yang ada. Tanpa adanya pemahaman
yang baik, implementasi sistem komputer dapat menjadi masalah yang
serius di kemudian hari. Sistem operasi jaringan memegang peranan
yang sangat vital dalam implementasi sistem berbasis komputer.
Sistem operasi jaringan harus sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan yang ada.
Redhat Linux 9 merupakan salah satu varian dari Sistem Operasi Linux
yang cukup populer di lingkungan pengembang software open source.
Dengan mahalnya software dan sistem operasi Microsoft Windows,
mendorong banyak pemakai komputer baik instansi, perusahaan
maupun perkantoran untuk beralih ke Linux.
Redhat merupakan suatu perusahaan yang mengembangkan sistem
operasi open source yang sudah lama mengembangkan Linux. Redhat
9 merupakan pengembangan dari versi Redhat sebelumnya yaitu versi
8, versi 7 dan versi-versi sebelumnya.

2) Kebutuhan Hardware
Pada awal perkembangannya Linux dapat berjalan pada mesin
komputer ISA, EISA, VESA Local Bus atau PCI 80836, 80486 dengan
spesifikasi hardware pada jaman itu yang masih sangat minim. Linux
sebenarnya tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang besar.
Namun perkembangan dunia hardware juga tidak menjadikan Linux
sebagai sistem operasi ketinggalan jalan. Dengan konsep open source
para pengembang Linux terus mengembangkan sistem operasi ini
mengikuti perkembangan jaman.
Redhat 9 memberikan spesifikasi hardware minimal yang dibutuhkan
agar sistem dapat berjalan dengan baik. Spsesifikasi tersebut adalah sebagai berikut :

Prosesor : Pentium I 200 (untuk mode text)
Pentium II 400 (untuk mode grafik)
Rekomendasi Pentium III 600 MB ke atas
Hard disk : 475 MB (Untuk custom installation)
850 MB (Untuk Server)
1,7 GB (Untuk Personal Desktop)
2,1 GB (Untuk Workstation)
Rekomendasi 10 GB ke atas
Memory : 64 MB (untuk mode text)
128 MB (Untuk mode grafik)

Rekomendasi 192 MB agar berjalan dengan baik
Sebelum memulai instalasi Redhat Linux 9, perlu diketahui bahwa
sistem operasi Redhat Linux berbeda dengan sistem operasi Microsoft
Windows. Redhat Linux membutuhkan partisi hard disk minimal
menjadi 2 bagian yaitu sebagai /root dan swap. Besarnya nilai partisi
dari /root dan swap dapat diatur sesuai kebutuhan. Swap merupakan
penyimpanan data sementara selama proses berlangsung hampir mirip
dengan virtual memory di Windows. Linux dapat mempunyai partisi
lain seperti /usr, /boot dan /var.

3) Metode Instalasi
Hal yang perlu dipahami oleh orang yang akan melakukan instalasi
sistem operasi yaitu bagaimana mendapatkan masternya. Master
sistem operasi yang akan diinstal ke komputer biasanya disimpan
dalam media penyimpanan elektronis seperti floppy disk atau disket,
CD-ROM, DVD-ROM, Flash Disk, PCMCIA, Hard disk, DVD-ROM dan
media penyimpanan elektronis lainnya.
Untuk melakukan instalasi sistem operasi diperlukan master sistem
operasi yang tersimpan dalam media penyimpanan elektronis. Ada
beberapa media penyimpan file yang digunakan untuk menyimpan
master file sistem operasi jaringan. Beberapa sistem operasi
menyediakan pilihan bagaimana melakukan instalasi sistem operasi
berdasarkan letak dimana file master sistem operasi disimpan.

Metode instalasi berdasarkan letak file sistem operasi disimpan yaitu :

a) CD-ROM
Metode instalasi sistem operasi yang paling banyak digunakan
adalah dengan CD-ROM. Hal ini disebabkan karena CD-ROM
merupakan media penyimpanan yang handal, berkapasitas besar
(700 MB), tahan lama, murah dan fleksibel untuk dibawa kemanakemana.
CD-ROM sering kali digunakan untuk menyimpan file atau data
elektronis. Banyak software, Film, Musik dan data-data lainnya
didistribusikan dalam bentuk CD-ROM

b) Hard Disk
Instalasi sistem operasi dapat juga dilakukan melalui hard disk
yang telah berisi master sistem operasi. Hard disk merupakan
media penyimpanan yang harus dimiliki oleh komputer dewasa
ini. Tanpa hard disk komputer tidak dapat berfungsi karena
sistem operasi sekarang ini harus diinstalasi ke hard disk,
demikian juga dengan software, film dan musik dapat disimpan
dalam hard disk. Dengan kemajuan teknologi hard disk dewasa ini
memiliki kapasitas yang sangat besar (200 GB atau lebih) dengan
harga yang cukup murah.

c) NFS Image
Instalasi sistem operasi jaringan (Linux Redhat) dapat dilakukan
melalui NFS Server. Untuk instalasi dengan NFS Server ini
dibutuhkan network atau PCMCIA boot disket (bootnet.img).

d) FTP
Instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dapat dilakukan melalui
FTP Server. Untuk instalasi dengan FTP ini dibutuhkan network
atau PCMCIA boot disket (bootnet.img). Proses instalasi melalui FTP memerlukan akses jaringan sehingga jarang dilakukan karena
distribusi sistem operasi dengan media lain mudah didapatkan.

e) HTTP
Instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dapat dilakukan melalui
HTTP Server. Untuk instalasi dengan HTTP ini dibutuhkan network
atau PCMCIA boot disket (bootnet.img). sama seperti pada FTP
proses instalasi akan berjalan lambat jika jaringan komputer tidak
baik.

3: Melaksanakan Instalasi Sistem Operasi
Jaringan Redhat Linux 9

Setelah memahami konsep sistem operasi jaringan dan anda telah
menentukan sistem operasi mana yang akan digunakan sebagai sistem
operasi jaringan, pada kegiatan belajar yang kedua ini peserta diklat
berlatih untuk menginstalasi sistem operasi jaringan dengan Sistem
Operasi Linux Redhat 9.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan instalasi sistem
operasi Redhat 9 berbasis GUI diantaranya adalah sebagai berikut :

a) Pemilihan Versi Redhat
Karena terdapat varian Redhat maka perlu dipilih varian mana
yang akan digunakan. Pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan
sistem dan kemampuan hardware. Dengan memilih sistem
operasi yang sesuai akan menghemat biaya dan meningkatkan
efisiensi pekerjaan

b) Pemilihan mode instalasi
Mode instalasi berbasis grafik (GUI) mempunyai tampilan yang
menarik dengan menu yang user friendly seperti pada menumenu
program berbasis Microsoft Windows tetapi mode ini
memerlukan dukungan hardware yang bagus.
Jika hardware yang digunakan kurang mendukung dapat dipilih
mode text untuk mempercepat proses instalasi

c) Pemilihan metode instalasi
Redhat Linux menyediakan beberapa cara instalasi yaitu dengan
CD-ROM, melalui hard disk, Melalui NFS, FTP maupun HTTP.
Proses instalasi melalui CD-ROM dan hard disk lebih baik karena
lebih mudah dan cepat.

d) Penomoran TCP/IP
Setelah peserta diklat melakukan instalasi sistem operasi Linux
Redhat 9 dengan benar, kemudian dapat mengeceknya apakah
sistem operasi yang telah diinstal dapat bekerja sesuai dengan
yang diiginkan.

2) Proses Instalasi
Proses instalasi yang akan dijelaskan disini menggunakan CD-ROM
sebagai file master Redhat Linux 9 yang terdiri dari 3 CD. Proses ini
dipilih karena lebih sering digunakan dan persiapan yang dilakukan
cukup mengubah setting bios pada boot sequence dengan
menempatkan CD-ROM pada urutan pertama. Untuk melakukan
pengaturan BIOS tekan tombol Delete pada keyboard pada saat
komputer pertama kali booting sehingga muncul tampilan sebagai
berikut :

Pilihlah menu Advanced BIOS Features

Setelah melakukan setting BIOS masukkan CD #1 Master Linux Redhat
9 lalu komputer di restart sehingga komputer akan booting dari CDROM.
Setelah komputer booting dari CD,

Pilihlah mode install Red Hat Linux in Graphical mode dengan
menekan tombol di keyboard. Komputer akan memunculkan
menu pilihan untuk mendiagnosis CD master Linux Redhat 9 apakah
kondisinya baik atau tidak. Jika anda tidak ingin melakukan diagnosis
pilih [Skip] untuk melanjutkan proses instalasi.

Komputer akan mengecek hardware komputer dan mendeteksi secara
otomatis periperal yang digunakan.

Pilih tombol Next untuk melanjutkan proses instalasi

Pilih bahasa untuk proses instalasi yang familiar (English) lalu tekan
tombol Next

Pilih konfigurasi keyboard yang sesuai (U.S. English) lalu tekan tombol
Next

Pilih mouse sesuai dengan mouse anda lalu tekan tombol Next untuk
melanjutkan instalasi.

Jika komputer yang akan diinstal belum mempunyai sistem operasi
Linux Redhat sebelumnya maka pilih Install, jika sudah terdapat
sistem operasi Linux Redhat versi sebelumnya dapat dipilih Upgrade
maupun Install lalu tekan tombol Next

Pilih menu pilihan jenis instalasi yang ingin dilakukan dalam hal ini
tentu saja Server atau Custom.

Pilih menu Automatically Partition untuk melakukan partisi secara
otomatis atau Manually partition With Disk Druid jika diinginkan partisi
secara manual.

Jika dipilih menu Automatically Partition maka akan muncul tampilan
seperti di atas. Pilih menu Remove all Linux partition atau yang lain
sesuai kebutuhan. Jika hard disk masih kosong dan belum dipartisi
maka Redhat akan melakukan partisi.

Untuk menambah partisi jika diinginkan dapat dilakukan dengan
memilih menu add partition.

Boot loader merupakan software yang pertama kali dijalankan ketika
komputer pertama kali dinyalakan. Software ini berfungsi pada saat
loading dan transfer control untuk mengoperasikan sistem kernel
software.

Pengaturan boot loader mempunyai peranan yang penting jika
komputer yang akan diinstal mempunyai sistem operasi lain maka kita
dapat memilih booting dengan sistem operasi yang mana.
Redhat 9 menyediakan dua software boot loader yaitu GRUB dan LILO.

Sistem operasi Redhat Linux memerlukan setting konfigurasi jaringan.
Program instalasi secara otomatis akan mendeteksi jenis network
device yang sesuai. Selanjutnya masukkan alamat IP dan netmask. Di
sini terdapat pilihan secara otomatis melalui DHCP atau secara manual.

Pengaturan IP Address harus disesuaikan dengan desain jaringan yang
akan dibuat sehingga pengaturannya dapat dilakukan kemudian pada
saat pengaturan jaringan.

Untuk meningkatkan keamanan komputer pada network, Redhat Linux
menyediakan Firewall Protection. Kita dapat memilih tingkat keamanan
yang diiginkan seperti pada gambar di atas.

Di sini disediakan 3 tingkat keamanan yaitu :

· High

Tingkat keamanan ini hanya membolehkan koneksi sesuai dengan
default setting sehingga hanya dapat melakukan koneksi dengan
DNS replies dan DHCP

· Medium

Tingkat mediium memberikan batasan-batasan koneksi terhadap
source tertentu dalam sistem.

· No Firewall

Pemilihan tingkat keamanan No Firewall dapat dilakukan jika yakin
bahwa sistem berada dalam jaringan yang dapat dipercaya.

Pilihlah bahasa yang akan digunakan

Pengaturan waktu harus dilakukan agar waktu yang ditunjukkan pada
komputer sesuai dengan tempat dimana komputer diletakkan. Setelah
pengaturan waktu selesai dilakukan maka akan muncul tampilan
sebagai berikut :

Setelah proses instalasi maka akan muncul setting pasword root
(administrator jaringan). Pada proses ini diperlukan pengaturan
pasword root (administrator). Proses ini sangat penting di dalam
sistem operasi jaringan karena hanya pada level inilah hak akses total
dapat dilakukan.
Disamping root, dapat juga ditambahkan user yang dapat
menggunakan sistem ini dengan pasword sebagai user.

4: Mengecek Hasil Instalasi dengan
Menjalankan Sistem Operasi Jaringan

1) Konfigurasi Sistem
Setelah memahami cara melakukan instalasi sistem operasi jaringan
dengan Redhat Linux 9. pada kegiatan belajar yang ketiga ini peserta
diklat berlatih mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem
operasi jaringan dan melakukan trouble shooting sederhana.
Setelah sistem operasi Redhat Linux 9 terinstal ke hard disk.

Setup agent merupakan petunjuk untuk melakukan pengaturan
konfigurasi sistem Redhat Linux. Dengan setup agent ini dapat
dilakukan pengaturan waktu dan tanggal, menambah user baru,
melakukan instalasi software pendukung dan melakukan registrasi
sistem ke jaringan Redhat.
Menu user account digunakan untuk membuat user baru dengan nama
user dan password yang spesifik. Sebaiknya anda tidak melakukan
login sebagai root, melainkan sebagai user kecuali untuk hal-hal yang
sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya
kerusakan sistem.

Setelah membuat user baru maka akan muncul menu berikutnya yaitu
pengaturan tanggal dan waktu komputer sesuai dengan waktu
setempat. Waktu harus ditentukan dengan benar karena akan dipakai
sebagai standar dalam perhitungan untuk laporan segala aktivitas
komputer.

Langkah berikutnya setelah melakukan pengaturan waktu adalah
melakukan register ke jaringan Redhat. Untuk dapat melakukan
registrasi ke jaringan Redhat diperlukan koneksi internet. Registrasi ini
bertujuan untuk mendapatkan update terbaru dari sistem operasi
Redhat Linux ke server http://www.redhat.com/docs/manuals/
RHNetwork/

Setelah proses penambahan package software selesai maka sekarang
sudah dapat masuk ke dalam sistem.

2) Login Ke Sistem
Pada saat sistem booting maka akan minta dimasukkan user yang
mempunyai hak untuk dapat login ke sistem. Login diisi dengan user
name dan password yang diberikan oleh root.

Setelah melakukan login dengan benar, maka kita akan masuk ke
dalam menu utama sistem operasi Redhat Linux 9 dengan tampilan
grafis yang mirip dengan sistem operasi Microsoft Windows

0 komentar:

Poskan Komentar